Revolusi Mental untuk Pelestarian Budaya

Perlu ada revolusi mental dalam upaya pelestarian budaya tradisi di Nusantara. Seperti apa dan mengapa perlu revolusi mental dalam pelestarian budaya? Sebelum kutuliskan gagasan ku, aku ingin menanyakan ini pada mu;
Apa yang terlintas di benakmu pertama kali ketika mendengar kalimat "Pelestarian Budaya?" Mempelajari, menggelar pertunjukan, dan mengapresiasinya?
Ya, hal-hal itu juga merupakan bagian dan salah satu upaya untuk melestarikan budaya. Aku pun pada awalnya, hanya memikirkan hal-hal tersebut untuk melestarikan budaya. Namun ternyata tidak hanya itu! Ada hal lain yang lebih urgent untuk dilakukan. 

Salah satu hal urgent yang perlu dilakukan untuk melestarikan budaya tradisi di Nusantara adalah pencataan atau pendataan budaya secara digital. Mengapa? Coba bayangkan, Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari 17.000 pulan, 1.200-an suku bangsa, dan 726 bahasa memiliki berapa banyak kekayaan budaya? Ribuan? Puluhan ribu? Ratusan ribu? Atau mungkin bahkan jutaan? Sayangnya, minim sekali informasi budaya yang ada di tanah Nusantara tertulis dan terekam dengan lengkap.

Sobat Budaya, melakukan revolusi mental dalam hal pelestarian budaya dengan melakukan upaya pendataan budaya secara masif dalam Perpustakaan Digital Budaya Indonesia (PDBI) yang bisa diakses di laman budaya-indonesia.org. Pendataan budaya ini dilakukan secara gotong royong dengan ribuan masyarakat, hingga terkumpul 33.045 data budaya saat ini. PDBI ini pun dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia sebagai referensi informasi budaya Nusantara. Nah, bagaimana denganmu? Siapkah ikut serta dalam revolusi mental pelestarian budaya?

Home Page budaya-indonesia.org

Comments

Popular posts from this blog

Berani Hidup Tanpa Uang Tanpa Utang?

Ketika Pengetahuan Budaya Indonesia Menjelma Dalam Kode-Kode Nusantara

7 Pesona Wisata Jawa Tengah