Maros, Tempat Jelajah Kars Terbesar di Indonesia

Kamu tahu ga tentang kars? Aku sendiri baru tahu tentang kars baru-baru ini pas jalan-jalan ke Maros, Makassar!
Ternyata kars adalah bentuk permukaan bumi yang pada umumnya dicirikan dengan adanya depresi tertutup, drainase permukaan dan gua. Daerah kars terutama dibentuk oleh pelarutan batuan, dan kebanyakan berupa batu gamping.

Dan, Indonesia punya wilayah kars terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok! Yakni di Maros, Makassar. Ada beberapa tempat wisata di wilayah Maros yang berupa kars. Beberapa yang ku kunjungi saat kesana adalah Taman Batu Selerang, Taman Prasejarah Leang-leang, Bisseang Labboro (Bislab) dan Rammang-rammang.

Kisah perjalananku kali ini penuh cerita, teman, tawa dan kebahagiaan karena bisa berjumpa dengan teman-teman yang ku kenal sejak 2014, hanya via chatting! Hahahaha

Destinasi pertama, Taman Batu Selerang! Taman batu ini merupakan pegunungan kars di Maros, Pangkep, Makassar. Ketika menyusuri trek perjalanan ke taman batu ini, kita sudah bisa melihat batu-batuan yang menjulang tinggi dari kejauhan. Dan taman batu ini tergolong, pegunungan kapur satu-satunya di Indonesia yang terluas dan terbesar nomor dua setelah Batu Tsingy di Madagaskar! Keren ya!


4 dari 5 Temanku ini baru kutemui di Makassar! :D
(Ssst, masih banyak batuan kars di Taman Batu Selerang yang lebih tinggi dibanding background foto kami! :p)

Ayo, kita melanjutkan perjalanan. Destinasi selanjutnya adalah Taman Prasejarah Leang-Leang! Taman ini adalah objek wisata yang menyuguhkan banyak gua prasejarah dan menyimpan peninggalan arkeologis yang unik dan menarik! Dari bahasa setempat, "leang-leang" juga memiliki arti "gua" loh! Oke, nambah lagi ya kosa kata bahasa daerah yang bisa ku pelajari dari perjalanan kali ini :p.

Selamat datang di Leang-Leang!

Salah satu Gua di Kawasan Taman Prasejarah Leang-Leang

Selanjutnya ada tempat wisata kars yang unik dan menarik nih. Karena ada legenda di balik tempat wisata ini! Namanya Bisseang Laboro (Bislab).  Bislab merupakan kawasan wisata alam di Pattunuang. Ketika memasuki kawasan ini kita diajak untuk menjelajah ke dalam hutan. Dan akan kita temui sungai, tebing, dan gua-gua alam di sepanjang perjalanan. Biasanya, Bislab dijadikan sebagai tempat camping, climbing dan caving.

Di antara semua destinasi wisata yang ku kunjungi, Bislab adalah destinasi yang punya trekking cukup melelahkan! Selain perjalanan yang panjang, dan naik-turun, serta tanah yang basah dan licin, kita harus belajar jadi mandiri di sini. Bersiap dan berhati-hati di setiap trek perjalanan serta direkomendasikan untuk menggunakan sepatu sport atau sendal gunung ya untuk meminimalisir tergelincir dan gunakan backpack lebih baik.

Nah, di kawasan ini kita akan menjumpai tiga batu besar yang menyerupai bentuk perahu. Batu-batu ini menyimpan legenda yang unik! Konon, di jaman dulu, seorang saudagar dari Tiongkok datang untuk melamar dan memersunting gadis Samangki. Namun, karena lamarannya ditolak, Saudagar tersebut merasa malu dan akhirnya mengkaramkan perahunya. Menjadi batulah perahu ini, dan disebut-sebut sebagai "Bisseang Labboro" oleh masyarakat Samangki yang artinya "Perahu Terdampar."

Konon, batu besar di belakang kami adalah perahu Saudagar Tiongkok

Destinasi terakhir adalah destinasi favoritku selama perjalanan kali ini, Rammang-rammang!  Rammang berasal dari Bahasa Makaasar, artinya awan atau kabut. Jadi, rammang-rammang artinya sekumpulan awan atau kabut. Menurut cerita penduduk setempat, nama tersebut dibuat karena awan atau kabut yang selalu turun di pagi hari atau ketika hujan.

Gugusan pegunungan kars ini dapat kita sambangi di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupatan Maros. Di Rammang-rammang, kita bisa menyusuri gugusan pegunungan ini menggunakan kapal melalui jalur sungai. Dan ada banyak spot menarik yang dapat kita singgahi selama perjalanan di Rammang-rammang, seperti hutan batu kapir, telaga Bidadari, Gulu Bulu Barakka, Gua Telapak Tangan, Gua Pasauang, Sungai Pute dan Kampung Berua. 


On Boat!

Sisi di kanan-kiri ini adalah Karst yang bisa kita jumpai selama perjalanan sungai di Rammang-Rammang
Kampung Berua
Kafe dan Penginapan di Rammang-Rammang

Nah, terakhir rasa sayang dan terimakasih untuk semua teman-teman Sobat Budaya Makassar yang telah menemani aku dan Fahri berwisata di Makassar! Untuk Suci, Vera, Asdia, Barong, Ka Tok, Rifaul, Eki, Ipin, Efendi, and the most lovely one, Sri! Serta semua teman-teman Sobat Budaya Makassar lainnya :)

Salam Persahabatan dari Jakarta untuk Teman-teman Makassar :*


Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs www.jadimandiri.org.

Comments

Popular posts from this blog

Icip-icip Bakso Bom "Beranak" Mas Erwin

Ketika Pengetahuan Budaya Indonesia Menjelma Dalam Kode-Kode Nusantara

“Saingi Raja Ampat, Pulau-Pulau Cantik di Manado Jadi Incaran Para Divers dan Traveler Sepenjuru Dunia”