Posts

Showing posts from March, 2015

Ceritaku di Desa Adat Baduy

Image
Pagi itu aku dan beberapa teman dari Jakarta dan Bandung bersiap melakukan perjalanan menuju Desa Adat Baduy. Desa Adat? Ya, desa Baduy memang dinobatkan sebagai desa adat karena masyarakat desa Baduy, terutama desa Baduy Dalam masih menjungjung tinggi dan menjaga adat tradisi para leluhur. Masyarakat Baduy masih tinggal di dalam rumah tradisional yang terbuat dari bilik bambu, dan berbentuk panggung. Baju yang dikenakan juga baju khas baduy yakni kain samping ares dan baju putih atau hitam, serta ikat kepala.

Sore hari mobil kami sampai di Pintu Gerbang Ciboleger. Tembok pembatas antara desa Baduy dan peradaban dari dunia luar. Ya, karena di sini lah titik terakhir kita bisa mengendarai kendaraan bermotor, mendapatkan sinyal telfon dan jaringan internet yang masih bagus, akses pasar, mini market, kamar mandi dan listrik. Ketika kita sudah melewati gerbang dan memasuki desa Baduy? Oh tidak lagi! Tidak ada lagi pasar, toko, sinyal telfon dan internet (susah sekali mendapatkannya), dan …

24 Hari Menjelajah Indonesia Timur

Image
Part 1: Kisahku di Aboru, Indonesia yang Ter-anak-tiri-kan
Gereja Bethel, Rumah Ibadah di Aboru

Malam ini aku menonton bisoksop misbar “Cahaya Dari Timur: Beta Maluku” dalam rangkaian acara FILARTC.
Film ini mengingatkanku akan perjalanan 2 tahun silam ke pelosok-pelosok Indoensia Timur.
Tanah merah di Ambon dan Aboru di Pulau Haruku, Maluku Tengah, salah dua dari beberapa tempat indah namun tersembunyi di Indonesia Timur.

4 - 28 Juni 2013 aku ikut rombongan untuk menyapa Saudara-saudara di Timur Indonesia.
Mengarungi laut dengan menggunakan KRI Banjarmasin 592, bersama dengan para TNI AL RI, adalah pengalaman yang sungguh baru bagiku.

Aku berlabuh diberbagai tempat untuk mengenal dan menyapa saudara-saudara di Indonesia Timur. Hari kesekian selama perjalanan mengarungi lautan, Aku Sampai di salah satu pelabuhan besar di Ambon.

Perjalanan masih panjang. Tujuan rombongan kami adalah ke Abouru. Kami harus menuju Pelabuhan Tulehu, pelabuhannya kecil. Dan aku melihat kembali pelabuhan ini…

Babu Backpacker: Kisah TKI yang Menjelajah 3 Negara!

Image
Saat pertama kali aku ditawari untuk membaca buku ini aku bingung, dan mungkin sedikit merutuk.
Kenapa judulnya babu backpacker? Aku suka jalan-jalan, traveling, backpackeran.
Ditawari untuk membaca buku tentang kisah perjalanan seseorang menjelajah planet bumi tentu aku menyambutnya dengan antusias! Tapi babu? Apa arti babu di sini? Apa seseorang yang menjadi budak traveling? Atau seseorang yang sudah terlalu menghamba dengan dunia traveling?

Akhirnya, malam ini aku menerima paket buku “babu backpacker” karya Aisy Laztatie, dkk disunting oleh Pipiet Senja dan mulai membacanya lembar demi lembar.

Ketika membaca prolog buku ini, barulah aku tahu bahwa babu di sini adalah para TKI di Malaysia yang melakukan perjalanan selama 8 hari ke 3 negara sekaligus!

Tak ku sangka sungguh! Jikalau buku ini akan menceritakan kisah para TKI Malaysia yang melakukan perjalanan wisata ke berbagai negara! Jujur aku salut dan kagum dengan keteguhan hati mereka yang berusaha sekuat mungkin untuk melakukan p…

Situ Babakan, Kampung Budaya Betawi!

Image
Pintu Gerbang Perkampungan Setu Babakan

Situ Babakan adalah suatu cagar budaya yang terletak di Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Situ berarti danau dalam bahasa Sunda, dan memang Situ Babakan diapit oleh dua buah danau.

Pada tahun 2004, daerah ini dijadikan Pusat Perkampungan Betawi dikarenakan masih banyaknya perkampungan Betawi asli di daerah ini.

Di wilayah ini dapat disaksikan keseharian masyarakat setempat seperti budidaya ikan, pemancingan, bercocok tanam, perdagangan, pembuatan kerajinan tangan dan pembuatan makanan khas Betawi seperti dodol Betawi dan Bir Pletok.

Selain itu, di daerah ini juga sering diselenggarakan acara kesenian Betawi seperti Tari Cokek, Tari Topeng, Lenong, tanjidor, gambang kromong, gamelan topeng, pencak silat Betawi dan Ondel-Ondel pada panggung terbuka.

Aku sendiri sudah beberapa kali ke perkampungan Betawi ini. Namun, aku masih sedikit bingung kalau harus ke sana dengan transporasi umum. Beberapa kali aku kesana, aku menggunakan …

Dari Mana yah Asal Muasal Budaya Betawi?

Image
Kebudayaan Jakarta merupakan budaya mestizo, atau sebuah campuran budaya dari beragam etnis. Sejak zaman Belanda, Jakarta merupakan kota yang menarik pendatang dari dalam dan luar Nusantara. Suku-suku yang mendiami Jakarta antara lain, Jawa, Sunda, Minang, Batak dan Bugis. Selain dari penduduk Nusantara, budaya Jakarta juga banyak menyerap dari budaya luar seperti budaya Arab, Tiongkok, India dan Portugis.

Pendatang-pendatang yang datang ke Batavia baik dari nusantara maupun dari berbagai Negara lain memberikan pengaruh kebudayaan yang kuat. Perlahan tapi pasti kebudayaan di Batavia semakin semarak, karena setiap etnis yang datang juga membawa dan mempengaruhi kebudayaan di Batavia.

Misalnya saja, budaya penyalaan petasan, Lenong, Cokek hingga pakaian pernikahan adat Betawi yang didominasi warna merah dipengaruhi oleh budaya Tionghoa.

Musik gambus dari etnis Arab pun mempengaruhi warna music marawis dan tanjidor. Tanjidor sendiri adalah perpaduan budaya Eropa, Tiongkok (China), Melay…

Batavia and Betawi??? Sound similar right?

Image
Asal mulanya keberadaan orang Betawi dibentuk oleh Husni Tamrin Samratulangi yang terdiri dari berbagai etnis di Nusantara yang bermukim di Batavia termasuk orang Tiongkok (China), Arab, India, Portugis dan negara-negara lain pada tahun 1920-an dengan nama Komunitas Batavia, namun bergeser namanya menjadi kaum Betawi. Jadi kaum Betawi/etnis Betawi ini merupakan campuran dari berbagai etnis di nusantara dan orang asing tersebut, sehingga budaya dan bahasanya juga merupakan perpaduan dan percampuran dari etnis-etnis tersebut.

Penduduk Batavia disebut "Batavianen", kemudian dikenal sebagai suku "Betawi", terdiri dari keturunan dari berbagai etnis yang menghuni Batavia.

(Dari berbagai sumber)

Menelisik Uniknya Buitenzorg

Image
Suatu pagi di hari Sabtu tertanggal 7 Maret 2015, aku sudah melangkahkan kaki ku keluar dari kosan menuju Stasiun Sudirman. Duduk manis di sederetan bangku di peron 2, menunggu Chandra dan Dodo, kemudian menaiki commuter line ke arah Bogor. Tiba, di stasiun Bogor dan sudah ada 14 orang lainnya, rombongan Culture Trip ID. Ya, kami hendak berjalan-jalan menelisik kota Buitenzorg.

Buitenzorg? Apa yah? Terdengar asing di telinga, apa ini Indonesia? atau di luar negeri? Tentu ini Indonesia! Tak mungkin ke Buitenzorg, kalau ada di luar negeri, hanya dengan menaiki commuter line bukan? :D


"Lambang Buitenzorg Zaman Dulu"

Buitenzorg adalah penamaan Belanda untuk kota hujan, Bogor! Buitenzorg sendiri artinya kota tanpa kecemasan (bahasa belanda). Karena, pada zaman dulu, ketika para penjajah merasa penat di tengah ibu kota, mereka melarikan diri ke kota ini, kota yang tenang, damai dan tanpa kecemasan. Unik sekali bukan sejarah penamaan kota Bogor ini?

Oke, penamaan kotanya saja suda…

Sepuluh Tips Traveling

Image
Haiii guys, siapa yang suka traveling??? Kayanya, hampir semua orang di muka bumi ini suka traveling yah! Menyayangkan banget kalau ada orang yang ga suka traveling, sayang ga dapet kenalan baru, sayang ga dapet pengalaman baru, sayang ga dapet cerita baru,sayang ga dapet foto-foto baru! hehehe :p
Persis seperti quote yang dikutip dari Hipwee nih;
Hanya perjalanan yang mampu meninggalkan jejak mendalam yang tidak mudah dilupakan. Dari pengalaman, selama perjalanan itu, kita bisa mengenal orang baru, mencoba hal-hal yang dulu kita takuti.
Kalau aku suka banget dong sama traveling! Traveling itu bagai candu dan bisa menjadi tempat pelarian terbaik dari segala macam problema dan hiruk pikuk hidup!Halahhh
Nah, kira-kira tips apa aja ya, yang perlu kita tahu sebelum traveling? Supaya traveling kita nyaman dan memudahkan perjalanan kita, then let's check it out 10 Tips on Traveling from Hipwee.

Hindari pergi di hari Sabtu, Minggu, Senin, atau saat Hari Libur Nasional. Karena saat itu se…