Posts

Showing posts from 2015

Pop Hotel, Hotel MInimalis untuk Traveler Berjiwa Muda

Image
Welcome to Pop Hotel BSD!

Siang kemarin, 30 Juli 2015, aku dan teman-teman dari Sobat Budaya sedang mempersiapkan Pameran untuk Rangkaian Acara Grand Launching Indonesia Convention Exhibition (ICE) di daerah BSD, Tangerang. Kami akan memamerkan hasil Inovasi-inovasi budaya selama Grand Launching ICE, 1-9 Agustus 2015.

Perjalanan dari Jakarta, kemudian memasuki wilayah BSD, Tangerang ini, ada suasana yang berbeda. Kota ini benar-benar baru dibangun! Masih banyak tanah merah yang lapang, tanah-tanah sawah, dan banyak gedung-gedung yang dibangun. It will become The New City in Town!

Selama di BSD ini aku menginap di Pop Hotel. Kesan pertama, ketika mendengar nama hotelnya? Unik! Sempat terlintas pemikiran, "Apa hotel ini akan banyak memutar lagu-lagu pop? Atau suasana hotel ini akan seperti cafe-cafe dengan kilatan cahaya temaram, menenangkan, yang ku suka itu?"

Malam hari setelah selesai menyelesaikan urusan pameran di ICE, aku dan Aulya menuju Pop Hotel di dekat ICE yang berl…

Rayakan Kemerdekaan RI dengan Pengenalan Budaya ke Anak-anak

Image
Indonesia sebentar lagi akan merayakan Kemerdekaannya yang ke-70 tahun. Sebagai negara dengan diversitas kebudayaan tertinggi di dunia, dengan sekitar 17.000an pulau di Nusantara, 1200-an suku bangsa, 700-an bahasa daerah, dan jutaan kekayaan budaya tradisi, sayangnya Indonesia belum (cukup) merdeka dalam hal budaya.

Mengapa demikian? Ya, karena semakin hari, Indonesia kehilangan kekayaan budayanya. Semakin hari ada saja kebudayaan yang hilang, lenyap, punah atau bahkan diklaim oleh negara lain karena kita sebagai masyarakat Indonesia sendiri kurang mengapresiasi dan acuh tak acuh untuk turut serta melestarikan kekayaan budaya tradisi nusantara yang begitu melimpah.

Dan mirisnya, di era kekinian, kita semakin sulit mencari referensi mengenai kekayaan budaya kita, ada tapi terbatas. Pengenalan dan edukasi tentang budaya tradisi ke anak-anak pun dirasa semakin surut. Seringkali berbincang dengan teman-teman (generasi 90-an), pun merasakan semakin hilangnya permainan-permainan tradisiona…

Tentang Juni, Tentang Curahan Hati ku Kepadamu?

Image
Selamat pagi, hari pertama di bulan Juni

Biarkan Juni ini tak menitikan air hujan dari langit seperti sajak Sapardi Djoko Damono,
Tapi, biarkan Juni ini menjadi Juni yang tabah,
Tabah merahasiakan rintik rindu dalam hati,
Tetap biarkan Juni ini menjadi Juni yang bijak,
Bijak menghapus rasa ragu dalam hati,
Dan biarkan Juni ini menjadi Juni yang arif,
Menyimpan rasa yang tak perlu terucap

Senayan, 1 Juni 2015

Tentang Gerakan Sejuta Data Budaya & Para Pejuang Budaya

Image
Aku tau tentang Gerakan Sejuta Data Budaya (GSDB) pada bulan April 2014. Aku dikenalkan dengan Mas Vande, koordinator GSDB oleh temanku, Ruth.

Di awal pertemuan, Mas Vande dan Mas Billy, menceritakan sedikit cerita tentang GSDB dan Komunitas yang mendukung gerakan ini, Komunitas Sobat Budaya. Mereka menuturkan tentang upaya pendataan budaya, untuk mencegah klaim dan kepunahan budaya. Data budaya tersebut pun akan di bawa ke WIPO (World Intellectual Property Organization), sebuah badan di bawah PBB untuk mendorong kreativitas dan memperkenalkan perlindungan kekayaan intelektual ke seluruh dunia. [1]

Sebagai anak lulusan Sosial Politik/Hubungan Internasional, tentunya aku semakin penasaran.

Tak puas dengan sedikit cerita yang dituturkan oleh Mas Vande dan Mas Billy, aku pun mulai mencari tahu sendiri tentang GSDB dan Sobat Budaya, dengan bantuan google tentunya :).

Tak sangka kalau, @infobudaya , adalah bagian dari kampanye Gerakan ini. Aku follow @infobudaya sudah lama, dan kupikir ak…

Buitenzorg Palace

Image
"Buitenzorg Palace itu apa?" tanyaku pada seorang teman, yudith, yang mengenalkan kosakata "Buitenzorg" pertama kali padaku.
Oh ternyata Buitenzorg adalah nama yang diberikan untuk kota Bogor oleh orang-orang Belanda pada masa dulu, masa penjajahan tepatnya,. Buitenzorg artinya kota tanpa kecemasan, konon para gubernur jenderal Belanda dan Inggris yang penat dengan urusan politik di Jakarta pergi dan beristirahat di Bogor untuk bersantai. Hingga akhirnya dibangunlah tempat peristirahatan yang diberi nama Buitenzorg Palace. Setelah Indonesia merdeka, Buitenzorg Palace ini menjadi Istana Presiden. Hingga kini, istana ini hanya digunakan oleh Presiden Soekarno, Presiden pertama Indonesia. Banyak koleksi-koleksi Presiden Soekarno yang disimpan dan dipajang di sini. Masyarakat umum bisa saja masuk dan melihat-lihat istana ini tetapi harus terlebih dulu mengurus perizinan kepada petugas.
Buitenzorg Palace
Buitenzorg Palace ini kemudian dikembangkan menjadi pusat penelit…

Tomyam Kelapa, Kuliner Thailand Olahan Tangan Indonesia

Image
Akhir pekan lalu aku merasa bosan sekali tidak pergi kemana-mana dan tidak ada kegiatan. Suntuk bin galau bin pengen jalan bin pengen ngablu!

Secara spontan, minggu sore (26/4), kaki ini melangkah menuju Stasiun Sudirman. Aku hendak berkunjung ke tempat makan Mas Baha. Salah satu kenalanku di Komunitas Warung Blogger. Aku belum pernah bertemu dengan Mas Baha, hanya aktif ber chit chat via whatsapp dan tegur sapa di linimasa twitter. Orangnya ramah, dan kita sesama dari Jawa! Yo wes, yo, podo wae wong jowo, kabeh wong jowo ning rantau sedulur :p. (Yaudah, sama-sama orang Jawa, semua orang Jawa di perantauan itu saudara).

Dari Stasiun Sudirman aku menuju Stasiun Sudimara (dari st. Tanah Abang, ambil yang arah Serpong). Lalu, melanjutkan perjalanan dengan angkot putih ke arah Ciledug. Aku turun di depan pintu gerbang Villa Bintaro Indah. Melangkahkan kaki beberapa meter, hingga akhirnya sampai di Saung Ibu. Tempat di mana Mas Baha membuka usahanya.


Saung Ibu Tampak Depan

Aku masuk ke dal…

Travel Blogger Indonesia

Image
Pertama kali, blog ini dibuat (Maret 2015) memang akan khusus menuliskan kisah perjalananku di setiap jengkal bumi pertiwi dengan segala keindahan dan potensi kearifan budayanya.

Aku memang suka menulis sedari di bangku SMA dulu, tapi tidak pernah betul-betul belajar mengenai teknik penulisan. Selama ini aku hanya menuliskan apa pun yang terlintas dalam pikiranku, mengalir begitu saja, tanpa ada rumusan apa pun. Belakangan ini aku merasa perlu mempelajari teknik penulisan dan memperbanyak teman yang sama-sama suka menulis untuk saling berbagi informasi dan masukan. Bergabunglah aku dengan salah satu komunitas blogger. Di dalam komunitas itu, banyak sekali blogger senior dengan berbagai macam background dan berbagai macam kekhususan tema tulisannya.

Berangkat dari diskusi di komunitas ini lah aku membuat blog khusus untuk menceritakan perjalananku, terpisah dari blog lama ku yang isinya, wah campur aduk!

Tapi, aku belum menemukan teman blogger yang memiliki interest yang sama di dun…

Wilujeng Sumping! Purwakarta Istimewa ...

Image
Wilujeng Sumping! Purwakarta Istimewa ...

Ahh, minggu ini adalah minggu paling hectic sepertinya. Bolak-balik Jakarta-Bogor dan Jakarta-Bandung. Padahal, aku dan dua orang temanku sudah merencanakan akan bepergian ke Purwakarta di akhir pekan. Jadilah, Jumat pagi ke Bandung, dan Jumat malam aku menyusul teman-temanku di Kampung Rambutan menujut Purwakarta. Sayang sekali, aku datang amat sangat terlambat. Dan sudah tidak ada bus yang langsung ke Purwakarta.

Purwakarta, salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Letaknya tidak terlalu jauh dari Jakarta. Perjalanan ke Purwakarta dari Jakarta bisa ditempuh selama kurang lebih 3 jam dengan menggunakan bus Warga Baru dari Kampung Rambutan.

Purwakarta sendiri berasal dari kata "purwa" yang berarti permulaan atau awal, dan "karta" yang berarti ramai atau hidup. Motto dari Kabupaten Purwakarta adalah Wibawa Karta Rajarja. "Wibawa" berarti berwibawa atau penuh kehormatan, "karta" artinya ramai atau hidup…

Antara Gunung Parang dan Parang Jati

Image
Aku masih belum menyelesaikan bacaanku, sebuah novel karya Ayu Utami, Bilangan Fu. Namun, aku sudah terlalu jatuh hati pada Parang Jati dan juga Yuda. Aku bagaikan Marja yang berada di antara mereka.

Novel ini sungguh sangat berbeda dengan deretan novel yang sudah pernah ku baca. Novel ini begitu dalam, penuh makna, penuh emosi, dan aku terhanyut ke dalamnya.
Kisah Yuda dan kawanannya, para pemanjat tebing. Kisah Yuda dan pertemuannya dengan seseorang yang kelak akan menjadi sahabatnya, Parang Jati. Kisah Yuda dan Parang Jati, dengan Marja, yang terbelit kisah kasih cinta segitiga.

Tapi, bukan kisah-kisah kulit itu yang menarikku begitu dalam. Novel ini menceritakan lebih dari sekedar romantisme cinta segitiga, lebih dari pengalaman petualangan seorang pemanjat tebing gunung.

Rangkaian kisah dalam novel ini, seakan membukakan mata dan menyibakan steorotip budaya tradisional yang kuno. Cerita tentang sejarah Jawa dan Sunda yang berasal dari Babad Tanah Jawi, dituliskan secara ringan…

Kisah Seorang Amatir Mendaki Gunung Parang

Image
Badega Gunung Parang, Desa Cihenyi, Purwakarta

Sabtu pagi, aku bersama dua temanku, Inel dan Yudith, sampai di obyek wisata Badega Gunung Parang, Purwakarta. Selama dua hari ke depan kami akan tinggal di sini, hendak mengeksplor Purwakarta. Obyek wisata ini, dibangun layaknya kampung budaya, terdapat saung-saung yang terbuat dari bilik bambu menghadap gunung parang. Para wisatawan bisa menginap di sini, aku pun menginap di salah satu saung yang tepat menghadap gunung parang.

Sabtu-Minggu, 19-20 April, kami memang sudah menjadwalkan untuk ke Purwakarta, jalan-jalan sekaligus melepas penat setelah riuh dengan hiruk pikuk pekerjaan, komunitas, dan urusan bisnis di Jakarta. Ku pikir, kita hanya akan jelajah kota Purwakarta, tidak terlintas dalam pikiranku, kalau jalan-jalan kita kali ini ke Purwakarta, akan juga mendaki gunung, hi hi hi :D

Aku memang orang yang suka berkeliling, berjalan-jalan, kemana pun! Ke pantai, keliling kota, ke desa, ke kota, (atau mungkin ke gunung?!). Jujur, aku …

Perempuan dan Petualangan

Image
Sumber foto Google

Berpetualang adalah meninggalkan kenyamanan yang kita peroleh sehari-hari, untuk merasakan kehidupan yang lain, yang amat sangat berbeda dengan keseharian kita. Menuju tempat baru, budaya yang baru, orang-orang yang baru, norma dan aturan-aturan yang sama sekali baru. Berpetualang adalah upaya survive jauh di luar zona nyaman kita.

"Para petualang, yang mampu survive mengalahkan kenyamanan yang dienyam sehari-hari adalah seorang petarung hidup yang handal, petualang adalah pasangan yang menyenangkan"
Mengapa demikian? Setelah mengulik dan membaca artikel dari hipwee, demikianlah alasannya:

1. Petualang pastinya suka menyambangi tempat-tempat baru, sehingga para petualang kaya wawasan dan ilmu

2. Perjalanan dan petualangan menempa para petualang menjadi pribadi yang tangguh, dan berani menghadapi risiko

3. Dengan bertualang, seorang petualang mempunyai banyak cerita yang tidak akan pernah membosankan, hubungan pun akan penuh warna dan cerita

4. Dalam setia…

Filosofi Kopi the Movie: Walau tak ada yang sempurna, Hidup ini indah begini adanya

Image
Better late than never,

Gue udah nonton Filosofi Kopi the Movie dari tanggal 5 April 2015, tapi baru sempet nulis pengalaman gue mengikuti perjalanan Ben menemukan kopinya, dan tentu pengalaman gue tentang menyelami kumpulan puisi dan prosanya Dee Lestari tentang Filosofi Kopi.

Yap, gue dapet tiket nonton bareng dari Grazia Magazine buat nobar Filosofi Kopi the Movie bareng sutradara dan cast-nya! Waw! Pengalaman yang ga bisa semua orang dapet kan, hehehe, *gaya banget*

Penilaian gue tentang film ini? Bagus banget! Film ini diracik secara pas, layaknya Ben meracik kopi tiwus. Filmya memang tidak sempurna, tapi film ini indah begini adanya ~

Tau kan, kalo komen gue itu, layaknya filosofi Kopi Tiwus? Walau tak ada yang sempurna, tapi hidup begini indah adanya ~

Kenapa gue bilang film ini kaya kopi Tiwus? Walau tidak sempurna tapi indah adanya?

Film ini bukan cuma cerita tentang kopi buat gue, lebih dari itu film ini bercerita tentang perjalanan, tentang kehidupan seseorang dan orang-ora…

Sepenggal Kisah dari Penikmat Kopi

Image
Sabtu pagi, 4 April 2015, aku bergegas ke Masjid Al-Mu'minin di Cipinang tidak terlalu jauh dari Mall Arion. Aku mau menghadiri hari bahagia temanku,Mba Tyas, aku menghadiri hari pernikahannya! Wah, sudah banyak sekali temanku yang menikah. Minggu lalu, aku juga menghadiri pernikahan teman kuliahku, enteph. Temen-temen udah pada nikah, terus akunya kapan? #eh

Hari Sabtu masih sangat panjang loh ya, sebagai seorang single, males banget lah ya, hari sabtu gini langsung balik, hihihi. Karena aku suka jalan dan doyan kopi, akhirnya melipir ke Kedai Locale. Salah satu tempat ngopi yang direkomendasiin sama temenku, Dodo, di daerah Rawamangun, cukup dekat dari Masjid Al-Mu'minin.

Okey, say happy wedding to Mba Tyas done! Langsung meluncur ke Kedai Locale!

Aku ga tau daerah rawamangun, jadi masih meraba-raba banget di mana lokasinya. Patokannya sih naik angkot 02 dari depan gang masjid, terus turun di Gereja HKBP. Sambil lirik kanan-kiri, lihat-lihat sambil nyari di mana kedai local…